Tips Mendapatkan Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri untuk Mahasiswa UGM

Kamu mahasiswa UGM? Kalau jawabanmu "ya", maka kamu beruntung banget!

Reputasi UGM sebagai salah satu universitas terbaik di luar negeri tidak lagi diragukan. Banyak lembaga beasiswa yang tanpa ragu lagi mendanai lulusan-lulusan UGM untuk kuliah di negara asing. Banyak cerita dari teman-teman, di mana pewawancara beasiswa udah langsung "beda" tanggapannya ketika mereka berhadapan dengan lulusan UGM.

Nah, berikut ini adalah tips-tips mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan jenjang S-2 di universitas-universitas asing terbaik:



1. Hilangkan mindset kalau melamar beasiswa berarti "meminta kebaikan" ke pihak sponsor. Apalagi kalau sponsornya dari institusi asing.



Ingat, kita bukan "pemohon beasiswa". Para pemberi beasiswa itulah yang sebenarnya membutuhkan kita. Memang, sepertinya mereka berbaik hati membayari kita kuliah, tinggal, dan jalan-jalan gratis ke negeri orang. Tapi jangan salah, mereka juga mendapat keuntungan yang cukup besar. Pertama, hadirnya mahasiswa asing dari universitas ternama seperti UGM bakal mengangkat reputasi institusi pemberi beasiswa. Asal kamu tahu, jumlah mahasiswa asing sangat mempengaruhi ranking sebuah universitas di mata dunia. Yang kedua, kamu tinggal di negara asing juga sangat menguntungkan negara tersebut. Kamu bakal tinggal, berbelanja, dan menghabiskan uang di negara tersebut. Itu sudah merupakan keuntungan tersendiri bagi negara yang kamu tinggali. Belum lagi kalau kamu merekomendasikan keluarga atau teman untuk mengunjungi atau belajar di negara itu. Alasan terakhir, biasanya pemberi beasiswa juga nggak begitu saja mendanai kamu. Ada beberapa syarat yang harus kamu penuhi selepas lulus, misalkan bekerja untuk institusi pemberi beasiswa selama beberapa waktu. 

Nah, dengan mengubah mindset kalau kita bukan "pemohon", mentalitas kita dalam mencari beasiswa juga akan lebih baik. Kita akan lebih pede, lebih nggak pantang menyerah, dan punya visi-misi yang lebih mantap ketika lanjut S-2 di luar negeri.


2. Cari koneksi, terutama dari alumni yang saat ini kuliah di luar negeri




Ikatan alumni di UGM sangat kuat. Kakak-kakakmu di luar negeri akan dengan senang hati membantumu untuk mengikuti langkah mereka. Nah, sebelum kamu memutuskan untuk mengikuti jalur tes beasiswa luar negeri yang pelamarnya bisa ribuan orang, akan lebih baik kalau kamu mengontak para alumni UGM. Biasanya, mereka mempunyai "jalan pintas" yang bisa membantumu kuliah ke luar negeri. Bisa melalui jalur tes yang tidak diketahui banyak orang, dari pihak universitas tempat mereka belajar, dari profesor, atau dari jalur-jalur beasiswa lainnya.


3. Persiapkan kemampuan bahasa Inggris, dari sekarang!




Hal ini sering dipandang sebelah mata. Banyak teman-teman UGM yang mencari sertifikat TOEFL mepet-mepet saat mau lulus. Belajarnya mepet-mepet, dan kebanyakan hasilnya pun juga kurang memuaskan. Hal ini juga sangat disayangkan, mengingat banyak teman-teman yang gagal mendapatkan beasiswa ke luar negeri karena TOEFL-nya kurang sedikit.

Nah,  akan lebih baik lagi kalau persiapan bahasa Inggris kamu lakukan sedini mungkin. Dapet nilai TOEFL tinggi itu gampang kok, asal kamu udah terbiasa dengan bahasa Inggris. Nggak perlu belajar intensif, nggak perlu ikut les, nggak perlu beli buku panduan TOEFL. Kamu cukup perlu biasa baca dan mendengarkan percakapan bahasa Inggris (plus biasa ngomong, kalau kamu rencananya ambil IELTS). Mulai sekarang, kalau nonton film biasakan pakai subtitle bahasa Inggris. Atau jangan pakai subtitle sama sekali. Mulai baca situs-situs berita bahasa Inggris, mulai dari yang kasual hingga yang formal. Semuanya gampang dilakukan, murah, bahkan bisa gratis. Tinggal seberapa besar kemampuan kamu untuk belajar bahasa Inggris.


4. Dapet beasiswa nggak cuma sekedar IP tinggi. Nggak cuma sekedar pinter atau jago di bidangnya.

Banyak teman-teman UGM yang berhasil mendapatkan beasiswa, padahal nilai mereka pas-pasan, dan mereka juga ngerasa biasa-biasa aja. Yang kamu harus paham, beasiswa nggak sekedar diberikan ke mereka yang pinter. Pemberi beasiswa juga memperhatikan berbagai faktor lain, seperti keaktifan kamu di kampus, kesungguhan kamu mendapatkan beasiswa, bakat dan prestasi kamu di luar kampus, serta banyak lagi faktor non-akademis lainnya.

Oleh karena itu, mulai sekarang jangan jadi "mahasiswa kupu-kupu" alias "mahasiswa kuliah-pulang, kuliah pulang". Coba ikut satu-dua UKM kampus, terlibat di organisasi, bergaul, ikut seminar, ikut les bahasa asing, atau lakukan hal-hal yang bisa mengasah bakatmu.


5. Cari informasi tentang beasiswa kuliah di luar negeri, dengan cara yang cerdas




Ikuti berbagai grup beasiswa di Facebook atau mailing list, atau grup Persatuan Pelajar Indonesia di berbagai negara. Grup-grup ini jauh lebih ampuh dalam memberi informasi beasiswa, karena informasi langsung datang dari membernya. Member-member tersebut juga beberapa ada yang sudah kuliah ke luar negeri, jadi informasi tersebut akan lebih cepat tersebar.

Baca tiap-tiap ada informasi beasiswa dengan cermat, dan tentukan apakah kamu akan mengikuti tes tersebut atau tidak. Jika ya, segera persiapkan kelengkapannya. Ngobrol dengan orang-orang yang sudah lolos mendapatkan beasiswa, atau bahkan yang gagal mendapatkan beasiswa. Mereka semua punya informasi tersembunyi yang nggak bisa kamu cari begitu saja di internet.


Nah, kalau kamu perlu informasi tambahan tentang informasi kuliah di luar negeri, kami merekomendasikan ebook "Jurus Kuliah ke Luar Negeri" (JKLN).

Ebook ini adalah panduan lengkap kuliah ke luar negeri untuk mahasiswa Indonesia. Terdiri dari 9 volume, kami memuat berbagai informasi yang akan membantu kamu sukses kuliah di luar negeri. Mulai dari trik-trik cerdas mendapatkan beasiswa, cara membuat "motivation letter" yang bisa menggerakkan hati pemberi beasiswa untuk memilih kamu, cara "merayu" profesor di universitas asing untuk memberi beasiswa ke kamu, RATUSAN link beasiswa dan grup-grup penyedia beasiswa, serta masih banyak lagi. Nggak cuma itu, ada wawancara langsung dengan PULUHAN mahasiswa yang saat ini sudah sukses kuliah ke luar negeri. Ada berbagai jurus-jurus rahasia kuliah ke luar negeri yang langsung bisa diterapkan. Asyiknya lagi, harganya hanya 97 ribu, setara dengan ongkos nonton film berdua di XXI.

G. Murakami, konsultan pendidikan Jepang merekomendasikan produk JKLN
dalam acara Japan Education Fair 2015, University Club UGM

Ebook ini juga mendapatkan testimoni langsung dari Merry Riana, motivator wanita nomor satu di Asia.

Informasi lebih lanjut tentang pemesanan ebook JKLN bisa kamu dapatkan di halaman INI, atau kontak HP : 082300166669 atau PIN : 57089502

(Ssssttt....ada diskon khusus lho buat mahasiswa UGM yang beli di bulan ini :) )