5 Tips Cerdas Mendapatkan Beasiswa Luar Negeri


Kuliah gratis memang menjadi idaman banyak orang. Apalagi kalau bisa kuliah gratis ke luar negeri. Dan ternyata hal itu cukup mudah. Di luar sana tersedia ribuan jenis beasiswa kuliah yang bisa kamu dapatkan tiap tahunnya.

Pertanyaannya adalah apakah kamu mau dan mampu? Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk memaksimalkan kesempatan kamu untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

Berikut ini adalah cara cerdas mendapatkan beasiswa ke luar negeri versi Kuliahabroad.com:


1. Persiapkan semuanya dengan matang

Satu hal yang paling utama harus dilakukan saat kuliah di luar negeri adalah kemampuan untuk bisa beradaptasi dengan suasana yang baru. Oleh karena itu, persiapan-persiapan yang dapat dilakukan memang harus matang. Ada persiapan yang sifatnya teknis seperti pengurusan dokumen dan berkas-berkas yang diminta oleh perguruan tinggi yang dituju, izin tinggal di luar negeri, membuka rekening bank, mencari tempat tinggal tetap, kebutuhan pribadi (persiapan baju untuk suhu dingin di luar negeri), sampai urusan menemui calon pembimbing. 

Ada juga yang sifatnya non-teknis seperti skill bahasa kita, kesiapan mental dengan lingkungan baru, kemampuan mengatur keuangan, dan sebagainya. Hal hal tadi sangatlah penting untuk dipersiapkan jauh-jauh hari supaya kita lebih siap dan lebih percaya diri untuk kemudian bisa mendapatkan beasiswa yang kita impikan.


2. Latihan Berkali-kali

Tidak ada rumus pasti untuk mendapatkan beasiswa. Keberuntungan adalah ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan. Setiap tahun kesempatan mendapatkan beasiswa itu pasti ada. Tinggal kesiapan kita apakah bisa mengambil kesempatan tersebut. Untuk kesiapan secara teknis, sudah kami bahas di bagian sebelumnya. Nah, yang lebih penting adalah kesiapan secara soft skill. Untuk urusan soft skill, cara paling ampuh untuk memastikan kita siap atau tidak adalah dengan latihan berkali-kali.

Misalnya saja tes bahasa, belajar interview, belajar bikin proposal disertasi, dan sebagainya. Jauh-jauh hari sebelum kesempatan itu datang, ada baiknya kita mengalokasikan waktu minimal 3 jam dalam sehari untuk memperdalam keahlian yang diperlukan. Selain itu, kita juga bisa meminta bantuan kepada sahabat, keluarga, teman kampus, bahkan guru atau dosen dengan cara menceritakan impian kita untuk kuliah di luar negeri. 


3. Ngobrol dengan orang yang sudah berhasil

Ini adalah salah satu cara paling ampuh dan nggak banyak basa-basi untuk bisa mendapatkan beasiswa. Misalkan kita ingin mendapatkan beasiswa AAS di Australia, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah mencari orang yang sedang kuliah di Australia dengan beasiswa AAS. Dimana kita bisa mencari dan menemukan orang tersebut? Banyak caranya, kita bisa membuka website PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Australia, kemudian kita hubungi pengurusnya. Biasanya di website PPI, ada alamat email yang bisa dihubungi. Atau, kita bisa juga bergabung dengan grup Facebook PPI Dunia. Disitu, ada ribuan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri. Kita bisa melihatnya satu persatu, dan mencari orang yang kuliah di Australia.

Satu hal yang perlu kita perhatikan saat ingin ngobrol dan tanya-tanya tentang beasiswa kepada orang lain, ngobrollah dengan santun dan usahakan sudah punya progress. Maksud kami, sebelum ngobrol atau konsultasi, usahakan kamu sudah punya bahan obrolan, jangan mulai dari nol dengan pertanyaan konyol, “Beasiswa AAS itu apa? Syaratnya apa saja?”

Kami sudah melakukan interview dengan 100 mahasiswa Indonesia yang lagi menempuh kuliah di luar negeri. Mayoritas dari mereka saat ditanya tips mendapatkan beasiswa, jawaban mereka hampir seragam. Cari dulu informasi beasiswa yang dituju sedetail mungkin, kemudian lakukanlah apa yang bisa dilakukan, jika ditengah jalan ada kendala, barulah bisa Tanya-tanya kepada senior yang sudah berhasil. Dengan seperti itu, para senior lebih menghargai dan bisa melihat kalau kita ini serius untuk kuliah di luar negeri. 

Kan ada tuh, yang hanya bertanya-tanya doang. Para senior yang kami interview, sebagian besar merasa bosan dan males untuk menjawab pertanyaan yang sangat umum yang sebenarnya bisa dicari di internet. 


4. Ngobrol dengan orang yang gagal

Nah,  bagian ini juga penting, lho. Ngobrol dengan orang yang pernah mendaftar beasiswa seperti yang kita inginkan, kemudian dia gagal. Orang tersebut bisa jadi akan memberi cara pandang yang berbeda, dan memberi kiat-kiat supaya kita nggak gagal seperti yang dia alami.

Bagaimana caranya menemukan orang yang gagal mendapatkan beasiswa? Gampang. Logikanya begini, anggaplah si A itu orang yang pernah gagal mendapatkan beasiswa. Si A pasti sudah bergabung dengan grup-grup PPI Dunia, atau bahkan lebih spesifiknya lagi, forum online PPI negara yang kamu tuju, seperti misalnya PPI Australia.

Nah, kamu juga ikut gabung di forum tersebut. Kemudian, posting sesuatu di grup tersebut dengan kata-kata seperti ini, 

“Permisi, nama saya Adi. Tahun ini saya lulus kuliah S1 (lulus SMA). Saya berencana untuk melanjutkan kuliah di Universitas A, jurusan B. Rencananya juga, saya ingin mendaftar beasiswa AAS.  Apakah di grup PPI Australia ini ada yang pernah mendaftar beasiswa AAS dan berhasil? Apakah di grup ini ada juga yang pernah mendaftar beasiswa AAS dan gagal? Kalau ada, saya ingin sekali sharing dan belajar. Terimakasih sebelumnya.”

99% pertanyaan kamu itu pasti dijawab. 

Model pertanyaan yang nggak bakal dijawab itu seperti ini, “Permisi, nama saya Adi. Saya ingin kuliah di Australia, ingin dapet beasiswa juga. Apa yang perlu saya persiapkan?” Hehehe. Orang orang di grup tersebut pasti males jawab pertanyaan seperti itu. Pertanyaan seperti itu menunjukkan kalau kita nggak serius, cuma nanya-nanya doang. Atau bahkan nanti kamu bisa di bully dengan pertanyaan seperti itu, hehehe.


5. Persiapan Bahasa Asing

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa bahasa Inggris adalah kunci gerbang kita supaya bisa kuliah di luar negeri. Semua orang juga sepertinya sudah tahu, skor TOEFL dan IELTS adalah syart mutlak yang harus kita miliki kalau ingin kuliah di luar negeri. Pokoknya, tanpa memiliki kemampuan bahasa inggris yang bagus, kita akan sangat kesulitan dan kemungkinan besar kita tidak akan diterima kuliah di luar negeri. Makanya, mempersiapkan bahasa inggris jauh-jauh hari sangatlah penting supaya kita bisa lolos dalam proses seleksi kuliah di luar negeri.

Nah, bagaimana sih caranya agar menguasa bahasa Inggris dengan baik dan cepat? Pada dasarnya ada banyak resep jitu supaya bisa cepat menguasai bahasa Inggris. Namun, semua cara itu akan kembali kepada kita masing-masing. Apakah kita benar-benar mempraktekkannya  secara rutin sampai bisa atau hanya hangat-hangat tahi ayam?

Ya, menurut kami, tidak ada cara paling baku bagaimana supaya bisa mendalami bahasa Inggris. Hanya ada satu cara supaya bisa cepat menguasai bahasa Inggris, yaitu kenali kelemahan bahasa Inggris kita, kemudian belajar dengan sungguh-sungguh. Dan usahakan proses belajar bahasa asing ini dikemas dengan fun, tanpa beban, dan nggak mengikat. Hal itu akan menjadikan belajar bahasa asing terasa lebih mudah.

Tidak perlu berkecil hati kalau kemampuan bahasa inggris kamu masih 15%. Di Indonesia ada seseorang yang luar biasa, sebut saja si A. Awalnya kemampuan bahasa Inggrisnya sangat buruk dan nggak begitu pede berbicara bahasa Inggris. Sekarang, ia menjelma menjadi seseorang yang fasih berucap dan terampil dalam menulis berbahasa Inggris. Si A belajar dan berusaha keras.

Apa yang si A lakukan? Dia berlangganan Koran The Jakarta Post setiap hari, padahal bahasa Inggrisnya masih nol besar. Dia membaca The Jakarta Post dengan didampingi kamus. Setiap setengah menit si A membolak balik halaman kamus. Si A bilang, dia tidak menemukan cara yang lebih ampuh dari ini. Jawabannya adalah berjuang dan berusaha. Lebih baik sehari satu kata daripada tidak sama sekali. 

Dan, setelah mulai yakin kalau kemampuan bahasa Inggris kita meningkat, langkah selanjutnya adalah mengikuti sertifikasi TOEFL, IELTS dan sejenisnya. Bagaimanapun, sertifikasi itu adalah bukti yang menunjukkan kalau skill bahasa inggris kita bagus.

Tapi tenang, buat kamu yang memang bersungguh-sungguh kuliah ke luar negeri kami punya solusi untuk semua kekhawatiranmu. Ini dia solusinya:


Kami tidak mengatakan kami yang terbaik, merekalah yang mengatakannya.





Buku JKLN mendapat respon positif dari Bapak Anies Baswedan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia




"Memenangkan beasiswa terkadang bukan tentang inteligensi, tapi tentang seberapa baik persiapanmu. Membaca buku yang ditulis oleh orang-orang yang sudah terlebih dahulu memenangkan studi ke luar negeri dengan beasiswa merupakan salah satu cara untuk memahami apa yang harus dipersiapkan,"

Budi Waluyo, S.Pd., M.A 

Penerima beasiswa IFP Ford Foundation USA studi S2 di University of Manchester, Inggris
Penerima beasiswa S3 Fulbright studi S3 di Lehigh University, USA.   

"Sebuah buku yang bukan hanya inovatif tapi juga inspiratif. Berisi jurus ampuh yang wajib diketahui setiap pendekar ilmu yang akan berguru di luar negeri. Kini kuliah di luar negeri bukan lagi menjadi impian, karena buku ini akan membantu mewujudkannya."


Rangga Almahendra, Phd
S3 Vienna University of Economics and Business, Austria
Penulis novel "99 Cahaya di Langit Eropa"




"Secara umum ini bisa memberikan gambaran komplit tentang kuliah di luar negeri. Harapan saya, JKLN bisa bermanfaat bagi para pelajar yang sedang mempersiapkan diri untuk menjemput cita-citanya di negara yang dituju,”


Ahmad Almaududy Amri
Koordinator PPI Dunia 2014 - 2015
Ketua PPI Australia 2014 - 2015




"Buku yang sangat dibutuhkan bagi mereka yang bermimpi untuk kuliah di luar negeri. Tidak hanya memotivasi, tapi JKLN juga memuat informasi-informasi penting dan yang tidak banyak orang awam ketahui sebelumnya. Semoga semakin banyak orang Indonesia yang belajar di luar negeri, dan membawa manfaat di kampung halaman masing-masing setelah lulus. Selamat kepada tim penyusun buku ini! Education is power!"


Syarifah Suci Armilia 
Political Science and International Relations
Marmara University Istanbul, Turkey


"Buku ini sangat penting dan menarik untuk dibaca, karena berisikan berbagai tips jitu mendapatkan beasiswa, panduan belajar serta persiapan berkuliah di luar negeri, mulai dari memilih negara, menentukan jurusan, dan persiapan hidup."


Habib Chairul Musta’in
Ketua Persatuan Pelajar Indonesia di Maroko periode 2012





“Secara keseluruhan buku ini bagus dan pantas dijadikan panduan untuk mereka yang ingin kuliah ke luar negeri. Isinya banyak hal-hal praktis,"


Kiki Wirianto
Mahasiswa S2 di Delft University of Technology, Belanda







“There are not enough words to express how amazing this Ebook is! JKLN ini sangat Saya rekomendasikan bagi teman-teman yang ingin mengetahui dari A-Z mengenai studi lanjut di luar negeri. Saya yakin dalam beberapa tahun ke depan Indonesia akan memiliki semakin banyak lulusan luar negeri. Sekarang sudah banyak akses untuk menempuh mimpi kuliah di luar negeri, manfaatkan peluang ini dengan maksimal. Leave comfort zone and push yourself to the limits!


Masyithoh Annisa Ramadhani
Mahasiswi S2 di University of Birmingham, Inggris



"Buat teman-teman di Indonesia yang ingin kuliah di luar negeri, biaya tentu menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan untuk belajar ke luar negeri. Buku ini akan sangat membantu karena menyuguhkan ulasan tentang berbagai cara untuk memenuhi biaya yang diperlukan dan pertimbangan-pertimbangan penting lain sebelum memutuskan berangkat tanpa beasiswa. Jadi kalian tidak perlu ragu untuk melanjutkan langkah, kuliah ke luar negeri,"


Yufita Dwi Chinta
S2 Jurusan Biological Plant Production - Ibaraki University, Japan



"JKLN adalah buku wajib yang harus dibaca oleh calon mahasiswa/ i Indonesia yang hendak melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Buku ini menjelaskan dengan detail dari keuntungan dan resiko kuliah di luar negeri, cara mendapatkan beasiswa, universitas-universitas yang terbaik dunia bahkan sampai cara pemesanan tiket keberangkatan. Dengan bekal 1 buku ini saja, saya yakin mahasiswa/i Indonesia bisa menghadapi semua tantangan berkuliah di negeri orang,"


Risa Santoso
S2 Teaching & Learning, Harvard University, USA


SETELAH MEMBACA JKLN, 

KAMU BISA : 

Setelah membaca dan mempraktekkan isi JKLN, kamu PASTI bisa kuliah ke luar negeri. Nggak mungkin gagal. Peluangmu untuk lolos tes beasiswa akan meningkat ratusan kali lipat. Kamu bakal dapet JURUS RAHASIA untuk menaklukkan ribuan pesaingmu di luar sana. Infonya eksklusif, nggak bisa dicari di Google.
Kamu juga bisa kuliah ke luar negeri TANPA BEASISWA. Kamu bakal ngerti cara-cara rahasia untuk bisa kuliah ke luar negeri tanpa beasiswa, dengan biaya yang sama seperti kuliah di Indonesia. Lagi-lagi, infonya EKSKLUSIF BANGET.
Kamu bakal "panas", termotivasi setelah baca cerita teman-teman kita yang sudah di luar negeri. Tak hanya itu, kamu juga bakal tahu kalau ternyata kuliah ke luar negeri itu NGGAK sesulit yang dibayangkan. Asal ada niat dan ngerti caranya.
Menyiapkan dokumen penting yang dapat membuat panitia beasiswa berkaca-kaca. Tips menentukan negara tujuan, universitas, dan jurusan dengan akurat. Ratusan link beasiswa kuliah ke luar negeri dari jenjang S1 sampai S3.
Mencari koneksi dan relasi mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri. Bertahan hidup di negara tujuan. Kamu juga akan mengetahui informasi mengenai jurusan-jurusan terbaik di universitas terbaik. 

Kamu juga akan tahu cara mendapat uang di negara tujuan. Ratusan tips moneyhack dan lifehack langsung dari mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri.


SALAH SATU PEMBACA JKLN 
    Terimakasih Inspira. JKLN sangat bermanfaat, menambah pengetahuan dan menginspirasi.

    Khususnya informasi mengenai hidup dan studi di Belanda pada Buku 6 membantu saya dalam menjawab pertanyaan wawancara LPDP. 

    Alhamdulillah saya lolos seleksi wawancara tersebut. Insha Allah saya akan melanjutkan studi saya di bidang Master of Environmental Sciences di Wageningen University, Belanda.

    Mira Anantha Yosilia





    APA SAJA ISI JKLN INI?

    Kami sudah menerima ratusan testimoni dari para pembaca Ebook Jurus Kuliah ke Luar Negeri (JKLN), dan yang sangat kami syukuri adalah sudah banyak yang on progress untuk apply beasiswa dan persiapan kuliah ke luar negeri.

    Selain memberikan testimoni, banyak pembaca Ebook JKLN yang meminta untuk mencetak JKLN menjadi buku. Awalnya kami berpikir bahwa jika JKLN dicetak menjadi buku, maka harganya akan melambung tinggi, karena ada 9 buku yang harus dicetak dengan jumlah keseluruhan 4.367 halaman.

    BAGAIMANA SOLUSINYA?

    Kini telah hadir satu BUKU JKLN Series : "Baca Ini Kamu Pasti Kuliah ke Luar Negeri Dijamin 100%". Buku ini adalah buku terbaru JKLN Series dengan jumlah total 302 halaman.

    Workbook JKLN adalah buku sakti yang akan mewujudkan mimpimu kuliah ke luar negeri. Tidak hanya membantumu meraih mimpi, namun juga MENJAGA agar mimpimu ke luar negeri tercapai. Di dalamnya, terdapat informasi-informasi super lengkap tentang cara kuliah di luar negeri.
    Disusun berdasarkan riset mendalam dan wawancara langsung. Informasi dalam buku JKLN ini bisa langsung diterapkan. Bisa kamu lakukan di hari pertama kamu membacanya. Tiap halaman dari buku ini, akan membantumu selangkah demi selangkah mendekat ke luar negeri.

    JKLN terbukti sukses membantu banyak orang untuk tahu jurus-jurus jitu kuliah ke luar negeri.


    Terus cara nembus TOEFL-nya?

    Salah satu persyaratan beasiswa luar negeri adalah skor TOEFL. Banyak pelamar beasiswa yang minder duluan ketika mau daftar beasiswa ke Eropa. Alasannya : Skor TOEFL dibawah ketentuan.

    Akhirnya, ia harus tes TOEFL lagi dan menunggu daftar beasiswa tahun berikutnya. Ini buang-buang waktu.
    Biasanya, skor TOEFL untuk bisa ke luar negeri minimal 550. Saran saya: persiapkan skor TOEFL kamu. Pastikan kamu punya skor minimal 550 saat lulus nanti. Supaya setelah lulus bisa LANGSUNG daftar beasiswa,"
    Nah, bagaimana meningkatkan SKOR TOEFL?
    Cara paling sederhana adalah : Carilah mentor yang terbaik. Mentor yang gaya mengajarnya cocok dengan kita. Yang paham banyak tentang TOEFL serta pernah mengambil tes itu.
    Selain itu, TEKUNLAH. Banyak mengulang materi yang sudah dipelajari di tempat kursus. Ingat, Toefl adalah tes. Ada pokok bahasannya. Peganglah per pokok bahasan. Karena, soal tes nanti mencakup semua pokok bahasan tersebut.
    Soal TOEFL itu pada dasarnya sama dari tahun ke tahun. Dirubah soalnya saja. Misalnya, kalau di soal matematika, bulan lalu soalnya 3 + 5 = … Bulan depan 8 + 11 = …Pokok bahasan soalnya sama tambahan, 'angka'nya yang berbeda.
    Jadi, kalau yang kamu pelajari adalah pokok bahasannya, mau bagaimanapun soalnya, bisa kamu jawab.
    Oiya, mau skor TOEFL kamu 550? 
    Kami punya jurus anti gagal biar skor TOEFL kamu bisa 550 dalam 60 hari. Jurus itu namanya TOEFL KILLER.

    Jadi, JKLN dan TOEFL KILLER adalah produk yang saling melengkapi. Untuk kamu yang berminat kuliah ke luar negeri wajib memiliki keduanya. Dan saat ini adalah saat yang tepat untuk membeli kedua produk diatas. Kenapa? 
    Karena sampai tanggal 15 Juli 2015 besok, kamu bisa mendapatkan keduanya dengan harga spesial. Hemat 35% dengan kode voucher.
    Caranya gampang, tinggal klik gambar berikut:

    Cuman sampai tanggal 15 Juli lho ya, buruan...