Untukmu yang Gagal SBMPTN, Ini Pesan mahasiswi Indonesia yang S1 di Jerman

Serba bingung memang ketika tidak lolos SBMPTN. Kamu harus menunggu satu tahun lagi untuk ikut tes kuliah di kampus idamanmu. Atau kalau tidak sabar, kamu terpaksa untuk kuliah di kampus yang bukan tujuanmu.

Menurutmu, mengapa tidak lolos SBMPTN?

Bisa jadi persiapan kamu kurang matang. Bisa jadi karena itu belum rejeki kamu. Bisa jadi kamu ditakdirkan untuk bisa kuliah S1 di Jerman.

Lho, ini serius. Cerita berikut ini bisa jadi motivasi buat kamu.



Namanya Shafira Nur Octavia. Waktu lulus SMA, ia sama sekali tidak mendaftar kuliah di Indonesia. Kenapa? Karena sejak SMA dia sudah ingin kuliah gratis di Eropa.

Sekolah di Eropa merupakan cita-citanya sejak lama. Namun dikarenakan biaya, Shafira memutuskan untuk sekolah di Jerman karena mayoritas kampus di Jerman tidak dikenakan biaya kuliah alias gratis. Padahal kualitas pendidikannya sangat baik.

Setelah lulus dari SMA di Jakarta, Shafira ikut program les intensif bahasa Jerman selama 5 bulan, lalu mengambil tes Sertifikat Bahasa Jerman level pemula, yang dibutuhkan untuk mendaftar kuliah di Jerman.

Setelah proses 1 tahun lamanya, Shafira berhasil berangkat ke Jerman.

Sekarang ini, Shafira tinggal di Trier, Jerman. Ia baru saja lulus dari program S2 di jurusan Food Science & Technology di Beuth University of Applied Sciences di Berlin, Jerman. S1 nya sebelumnya juga di jurusan dan universitas yang sama.

Berikut cerita selengkapnya :

Halo, Safira. Terima kasih sudah bersedia berbagi dengan berkuliah.com, ya! Mungkin biar teman-teman berkuliah.com bisa lebih mengenal Shafira, pertama-tama enaknya kita kenalan dulu. Bisa diceritakan profil diri kamu? Baik dari nama lengkap, asal, tempat kuliah dan jurusan yang diambil, tempat tinggal, dan kuliah menggunakan beasiswa atau biaya pribadi?

Salam kenal juga. Perkenalkan, saya Shafira Nur Octavia, lahir di Jakarta 9 Oktober 1988. Sekarang ini saya tinggal di Trier, Jerman dikarenakan pekerjaan setelah sebelumnya +/- 7 tahun berdomisili di Berlin. Saya baru saja lulus dari program S2 di jurusan Food Science & Technology di Beuth University of Applied Sciences Berlin. S1 saya sebelumnya juga di jurusan dan universitas yang sama.

Sekolah di Eropa merupakan cita-cita saya sejak lama. Namun dikarenakan biaya, saya memutuskan untuk sekolah di Jerman karena di beberapa negara bagian tidak dikenakan biaya kuliah alias gratis dan dengan kualitas pendidikan yang sangat baik pula. Selain itu saya pun jadi akan bisa menguasai bahasa ke-3.

Setelah lulus dari SMA 70 Bulungan, Jakarta, saya ikut program les intensif Bahasa Jerman selama +/- 5 bulan, lalu mengambil tes Sertifikat Bahasa Jerman level B1 (sekarang minimal B2) dari Goethe Institut yang dibutuhkan untuk mendaftar ‘Studienkolleg’.

Studienkolleg adalah sekolah penyetaraan selama 2 Semester untuk calon mahasiswa selain dari EU (European Union). Di Studienkolleg ini, kita bisa memilih Course untuk jurusan yang akan kita ambil nantinya. Kurs M (Medizin) untuk jurusan Kedokteran & Farmasi; Kurs T (Technik) untuk jurusan-jurusan Teknik; Kurs W (Wirtschaft) untuk jurusan Ekonomi; Kurs G (Geisteswissenschaft) untuk jurusan Germanistik, Hukum, Sosial, Hubungan Internasional, Politik, Sejarah, dan sebagainya; Kurs S (Sprache) untuk jurusan-jurusan Bahasa &Literatur.

Saya sendiri mengambil T-Kurs (karena saya lulusan IPA) di Studienkolleg Universitas Anhalt di kota Köthen (Jerman Timur). Disana saya belajar Bahasa Jerman, Matematik, Kimia, Fisika, Informatik dan Technical Drawing (semuanya dalam bahasa Jerman). Setelah 1 tahun, saya menulis ujian akhir (kurang lebih seperti UAN) untuk semua mata pelajaran dan nilai inilah yang saya gunakan selain nilai dari SMA di Indonesia untuk mendaftar kuliah.


Bisa diceritakan tentang kampus tempat Safira kuliah selama di Jerman? Hal-hal apa yang paling Shafira sukai atau kagumi dari kampus tersebut?

Saya kuliah di Universitas Beuth University of Applied Sciences. Tidak ada alasan khusus kenapa saya memilih universitas ini. Karena universitas-universitas di Jerman rata-rata berkualitas sama bagusnya. Saat itu saya hanya mendaftar di Berlin karena saya suka dengan atmosfir kota ini (mungkin karena ramai seperti Jakarta), tidak ada biaya kuliah, biaya hidup yang relatif murah dibanding kota besar lain, dan karena saya harus membiayai diri sendiri, jadi saya memilih kota besar agar banyak kesempatan part time. 



Di Berlin, jurusan yang saya inginkan hanya ada di 2 universitas: Beuth University (BHT) & Berlin Technical University (TU Berlin) yang merupakan 2 jenis universitas berbeda: "Hochschule" (University of Applied Sciences) yang lebih practical dengan mahasiswa kurang lebih 40 dalam 1 kelas dan "Universität" yang lebih ke teori dengan sekitar 80-120 mahasiswa dalam 1 kelas. Saya memutuskan untuk daftar di Beuth.



Kira-kira, berapakah biaya kuliah di sana bagi yang tidak mendapatkan beasiswa dan menggunakan biaya sendiri?

Biaya kuliah di Jerman banyak sekali universitas negeri yang tidak dikenakan biaya kuliah/tuition fee (tergantung negara bagian), contohnya Berlin. Hanya saja, hampir semua jurusan yang ditawarkan dalam bahasa Jerman. 

Tiap awal semester kita hanya diharuskan membayar sumbangan sosial kampus & biaya transportasi "flat rate" untuk 1 semester (bukan tuition fee!!) sekitar 200-300€ per semester (tergantung kota dan universitas). Untuk universitas yang ada tuition fee, kira2 ditambah 500-600€ per semester nya.

Saya sendiri dapat mencukupi kebutuhan-kebutuhan penting dan sehari-hari dengan bekerja part time (maksimal hanya diperbolehkan 20 jam per minggu). Terlebih lagi, ketika sedang masa ujian, mahasiswa asing bisa mendapatkan dana bantuan utk 1-2 bulan selama ujian, ASALKAN dia bisa membuktikan pendapatan per bulannya (bahwa dia membiayai diri sendiri), DAN membuktikan study performance/transkrip nilai bahwa dia selama ini benar-benar kuliah dengan baik. 

Kita juga bisa mengajukan pembebasan biaya tiket transportasi. Bahkan selama pengerjaan Bachelor's Thesis saya mendapatkan dana bantuan untuk 2,5 bulan dari pemerintah Berlin. 

Selama Master's Thesis saya mendapatkan beasiswa STIBET dari DAAD. Intinya, jika kita memang harus membiayai diri sendiri, jangan takut dengan masalah dana, karena di sini pasti selalu ada jalan untuk yang serius kuliah, dan tidak harus nilainya super bagus.


Apa kelebihan dari jurusan yang Shafira ambil? Apakah ada kesulitan selama menjalani studi? Jika ada, apa dan bagaimana cara mengatasinya?

Semua jurusan kuliah yang ada di Jerman bagus-bagis, spesifik dan menarik. Saya sendiri tertarik dengan jurusan Food Science & Technology karena awalnya saya suka Kimia, tapi saya tidak mau kuliah kimia murni. Mata kuliah utama di jurusan saya adalah Food Chemistry, Food Processing Technology & Food Microbiology. Menurut saya menarik, karena 3 elemen tersebut benar-benar berbeda (kimia, fisika, mikrobiologi), tetapi semuanya saling berkaitan dalam memproduksi ataupun meneliti kualitas makanan. 

Kesulitan tentu saja ada karena modul yang padat dan jumlah ujian yang banyak dalam kurun waktu singkat. Bagaimana mengatasinya? Mungkin bagi saya lebih tepatnya bukan mengatasi, tapi mencegah: Jika kita selalu masuk kelas dan benar-benar memastikan bahwa kita mengerti pelajaran hari itu, serta mengulang sedikit di rumah, pasti saat ujian nggak akan kalang kabut. Plus, setiap tugas sebaiknya dimulai seawal mungkin agar tidak saling bentrok. 

Tapi, tentu saja ada pelajaran-pelajaran yang memang susah sekali, dan di Jerman kita hanya mendapatkan kesempatan 3x ujian, kalau tidak lulus juga akan di DO. Saya pun pernah mengalami kesulitan seperti itu dan saya benar-benar memanfaatkan 2 bulan Summer holiday untuk mengulang kembali dan belajar setiap saya ada waktu libur kerja, dan menulis kembali ujian itu di kesempatan berikutnya.


Pernahkah Shafira merasakan falling in love di Jerman, atau LDR dengan pacarnya? Jika pernah, adakah tips untuk mahasiswa yang menjalin LDR ketika di Jerman?

Love/LDR, ya. Saya sendiri belum pernah LDR beda negara, tapi banyak teman-teman dekat saya yang mengalaminya dan semuanya lancar-lancar saja, apalagi dengan teknologi jaman sekarang dan kecepatan internet di Jerman. LDR tentunya bukan masalah.




Adakah tempat-tempat menarik yang harus dikunjungi mahasiswa untuk merefresh otak dan membuang kebosanan? Mungkin menurut pengalaman Shafira.

Ada banyak sekali tempat-tempat menarik di Berlin. Misalnya, taman untuk publik yang view nya bagus sekali dan udara yang fresh, bisa sambil baca buku atau sekedar tidur-tiduran saat summer. Atau bisa juga pergi ke café untuk sekedar ngopi dan menikmati view yang bagus, atau coba kue-kue baru. Karena orang-orang Jerman adalah pecinta kue dan cokelat, di Berlin harga-harga kalau jajan di luar relatif murah.


Apakah mahasiswa perlu membuat rekening tabungan, kartu asuransi kesehatan, dan kartu mahasiswa? Jika iya, bagaimana langkah-langkah membuatnya?

Bank, asuransi di Jerman sangat perlu buka rekening karena semua tagihan bisa dengan mudah ditarik langsung di rekening dan kita bisa kontrol tiap saat, misalnya dengan Online Banking. 

Asuransi adalah hal yang wajib di Jerman. Sebagai student, kita diwajibkan mempunyai asuransi dari negara, bukan private. Asuransi ini memang mahal per bulannya, tapi itu adalah salah satu syarat dan sangat bermanfaat kok! Kita bebas ke dokter tanpa biaya, bisa check up, bisa periksa gigi, bahkan dokter kulit. Untuk beberapa obat pun bisa dibeli dengan harga lebih murah (dengan resep dokter). 

Membuat rekening bank dan asuransi sangat mudah sekali, tinggal datang ke bank dan bawa paspor serta tanda daftar diri di kota tersebut. Asuransi pun begitu, kita bisa daftar online atau datang langsung dan membawa dokumen-dokumen termasuk bukti tanda mahasiswa (karena tarifnya berbeda untuk student). Kartu mahasiswa akan kita dapatkan otomatis setelah kita membayar uang semester (200-300€).




Apa perbedaan budaya yang paling terasa antara Jerman dengan Indonesia? Apakah ada yang patut dicontoh oleh orang Indonesia? (nasionalisme, kehidupan sehari-hari, dll)

Culture difference. Pastinya banyak sekali perbedaan budaya di Jerman dan Indonesia. Yang pasti paling terasa adalah sistemnya serba rapi dan teratur. Di sini saya terbiasa dengan hidup terstruktur dan ter-planing. Walaupun kadang monoton dan kultur disini cenderung individual, bukan seperti orang indonesia yang hangat dan sangat kekeluargaan. Semua tentu ada positif dan negatif, dan di sini kita bisa melihat sendiri mana yang baik untuk ditiru dan yang tidak.


Adakah tips spesial yang ingin Shafira bagikan tentang bagaimana cara agar mahasiswa Indonesia di sana bisa sukses dan mampu bersaing dengan mahasiswa lainnya?

Tips di kelas: kita HARUS "bersuara". Buat setiap profesor kenal dengan kita. Berawal dengan memberi dan menjawab pertanyaan. Lalu, berinisiatif di tiap tugas kelompok dan praktek di labor dan tidak lupa: membantu teman. Belajar lebih giat sudah tentu karena keterbatasan bahasa. Selain itu, yang penting di Jerman adalah PENGALAMAN. Perbanyak magang atau bekerja part time sebagai student employee di perusahaan-perusahaan yang ada hubungannya dengan jurusan kita, serta memperbanyak pengetahuan proyek-proyek selama kuliah, benar-benar berperan penting untuk kualifikasi kita.


Last but not least, ingat tujuan pertama kita. Tidak ada orangtua yang mengawasi kita di sini, kuliah pun tidak ada ada absensi kehadiran, internet sangat cepat dan lancar yang bisa bikin kita keenakan dan malas kuliah, dan juga gaji part time tinggi yang bisa membuat kita terlalu banyak bekerja melebihi kebutuhan. Semua ada di tangan kita. Ingat tujuan awal, ingat orang tua. Itu kunci terpenting saya selama ini.


“Ingin kuliah di luar negeri seperti Shafira?”

Shafira adalah satu dari ribuan mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri setelah lulus SMA. So, buat kawan-kawan yang belum lolos SBMPTN, pernahkah kepikiran kalau kamu ditakdirkan untuk bisa kuliah di luar negeri? Peluangmu untuk berhasil di dunia pendidikan masih sangat terbuka lebar.

Kamu bisa membaca cerita lengkap Shafira di buku JKLN (Jurus Kuliah ke Luar Negeri). Ini adalah buku sakti yang akan membantumu mewujudkan mimpi kuliah ke luar negeri. Tidak hanya membantumu meraih mimpi, namun juga menjaga agar mimpimu ke luar negeri tercapai.

Ribuan orang sudah merasakan manfaatnya. Bahkan sudah banyak yang kuliah di luar negeri. Kami tidak mengatakan kami yang terbaik, merekalah yang mengatakannya.




Tim Inspira Book bersama bapak Bapak Anies Baswedan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia



"Memenangkan beasiswa terkadang bukan tentang inteligensi, tapi tentang seberapa baik persiapanmu. Membaca buku yang ditulis oleh orang-orang yang sudah terlebih dahulu memenangkan studi ke luar negeri dengan beasiswa merupakan salah satu cara untuk memahami apa yang harus dipersiapkan,"

Budi Waluyo, S.Pd., M.A 
Penerima beasiswa IFP Ford Foundation USA studi S2 di University of Manchester, Inggris
Penerima beasiswa S3 Fulbright studi S3 di Lehigh University, USA.   

"Sebuah buku yang bukan hanya inovatif tapi juga inspiratif. Berisi jurus ampuh yang wajib diketahui setiap pendekar ilmu yang akan berguru di luar negeri. Kini kuliah di luar negeri bukan lagi menjadi impian, karena buku ini akan membantu mewujudkannya."

Rangga Almahendra, Phd
S3 Vienna University of Economics and Business, Austria
Penulis novel "99 Cahaya di Langit Eropa"



"Secara umum ini bisa memberikan gambaran komplit tentang kuliah di luar negeri. Harapan saya, JKLN bisa bermanfaat bagi para pelajar yang sedang mempersiapkan diri untuk menjemput cita-citanya di negara yang dituju,”

Ahmad Almaududy Amri
Koordinator PPI Dunia 2014 - 2015
Ketua PPI Australia 2014 - 2015


"Buku yang sangat dibutuhkan bagi mereka yang bermimpi untuk kuliah di luar negeri. Tidak hanya memotivasi, tapi JKLN juga memuat informasi-informasi penting dan yang tidak banyak orang awam ketahui sebelumnya. Semoga semakin banyak orang Indonesia yang belajar di luar negeri, dan membawa manfaat di kampung halaman masing-masing setelah lulus. Selamat kepada tim penyusun buku ini! Education is power!"

Syarifah Suci Armilia 
Political Science and International Relations
Marmara University Istanbul, Turkey

"Buku ini sangat penting dan menarik untuk dibaca, karena berisikan berbagai tips jitu mendapatkan beasiswa, panduan belajar serta persiapan berkuliah di luar negeri, mulai dari memilih negara, menentukan jurusan, dan persiapan hidup."

Habib Chairul Musta’in
Ketua Persatuan Pelajar Indonesia di Maroko periode 2012


“Secara keseluruhan buku ini bagus dan pantas dijadikan panduan untuk mereka yang ingin kuliah ke luar negeri. Isinya banyak hal-hal praktis,"

Kiki Wirianto
Mahasiswa S2 di Delft University of Technology, Belanda

“There are not enough words to express how amazing this Ebook is! JKLN ini sangat Saya rekomendasikan bagi teman-teman yang ingin mengetahui dari A-Z mengenai studi lanjut di luar negeri. Saya yakin dalam beberapa tahun ke depan Indonesia akan memiliki semakin banyak lulusan luar negeri. Sekarang sudah banyak akses untuk menempuh mimpi kuliah di luar negeri, manfaatkan peluang ini dengan maksimal. Leave comfort zone and push yourself to the limits!

Masyithoh Annisa Ramadhani
Mahasiswi S2 di University of Birmingham, Inggris


"Buat teman-teman di Indonesia yang ingin kuliah di luar negeri, biaya tentu menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan untuk belajar ke luar negeri. Buku ini akan sangat membantu karena menyuguhkan ulasan tentang berbagai cara untuk memenuhi biaya yang diperlukan dan pertimbangan-pertimbangan penting lain sebelum memutuskan berangkat tanpa beasiswa. Jadi kalian tidak perlu ragu untuk melanjutkan langkah, kuliah ke luar negeri,"

Yufita Dwi Chinta
S2 Jurusan Biological Plant Production - Ibaraki University, Japan


"JKLN adalah buku wajib yang harus dibaca oleh calon mahasiswa/ i Indonesia yang hendak melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Buku ini menjelaskan dengan detail dari keuntungan dan resiko kuliah di luar negeri, cara mendapatkan beasiswa, universitas-universitas yang terbaik dunia bahkan sampai cara pemesanan tiket keberangkatan. Dengan bekal 1 buku ini saja, saya yakin mahasiswa/i Indonesia bisa menghadapi semua tantangan berkuliah di negeri orang,"

Risa Santoso
S2 Teaching & Learning, Harvard University, USA


SETELAH MEMBACA JKLN, KAMU BISA : 

Setelah membaca dan mempraktekkan isi JKLN, kamu PASTI bisa kuliah ke luar negeri. Nggak mungkin gagal. Peluangmu untuk lolos tes beasiswa akan meningkat ratusan kali lipat. Kamu bakal dapet JURUS RAHASIA untuk menaklukkan ribuan pesaingmu di luar sana. Infonya eksklusif, nggak bisa dicari di Google.
Kamu juga bisa kuliah ke luar negeri TANPA BEASISWA. Kamu bakal ngerti cara-cara rahasia untuk bisa kuliah ke luar negeri tanpa beasiswa, dengan biaya yang sama seperti kuliah di Indonesia. Lagi-lagi, infonya EKSKLUSIF BANGET.
Kamu bakal "panas", termotivasi setelah baca cerita teman-teman kita yang sudah di luar negeri. Tak hanya itu, kamu juga bakal tahu kalau ternyata kuliah ke luar negeri itu NGGAK sesulit yang dibayangkan. Asal ada niat dan ngerti caranya.
Menyiapkan dokumen penting yang dapat membuat panitia beasiswa berkaca-kaca. Tips menentukan negara tujuan, universitas, dan jurusan dengan akurat. Ratusan link beasiswa kuliah ke luar negeri dari jenjang S1 sampai S3.
Mencari koneksi dan relasi mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri. Bertahan hidup di negara tujuan. Kamu juga akan mengetahui informasi mengenai jurusan-jurusan terbaik di universitas terbaik. 

Kamu juga akan tahu cara mendapat uang di negara tujuan. Ratusan tips moneyhack dan lifehack langsung dari mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri.


SALAH SATU PEMBACA JKLN 
Terimakasih Inspira. JKLN sangat bermanfaat, menambah pengetahuan dan menginspirasi.

Khususnya informasi mengenai hidup dan studi di Belanda pada Buku 6 membantu saya dalam menjawab pertanyaan wawancara LPDP. 

Alhamdulillah saya lolos seleksi wawancara tersebut. Insha Allah saya akan melanjutkan studi saya di bidang Master of Environmental Sciences di Wageningen University, Belanda.

Mira Anantha Yosilia



APA SAJA ISI JKLN INI?

Kami sudah menerima ratusan testimoni dari para pembaca Ebook Jurus Kuliah ke Luar Negeri (JKLN), dan yang sangat kami syukuri adalah sudah banyak yang on progress untuk apply beasiswa dan persiapan kuliah ke luar negeri.

Selain memberikan testimoni, banyak pembaca Ebook JKLN yang meminta untuk mencetak JKLN menjadi buku. Awalnya kami berpikir bahwa jika JKLN dicetak menjadi buku, maka harganya akan melambung tinggi, karena ada 9 buku yang harus dicetak dengan jumlah keseluruhan 4.367 halaman.


BAGAIMANA SOLUSINYA?

Kini telah hadir satu BUKU JKLN Series : "Baca Ini Kamu Pasti Kuliah ke Luar Negeri Dijamin 100%". Buku ini adalah buku terbaru JKLN Series dengan jumlah total 302 halaman.

Workbook JKLN adalah buku sakti yang akan mewujudkan mimpimu kuliah ke luar negeri. Tidak hanya membantumu meraih mimpi, namun juga MENJAGA agar mimpimu ke luar negeri tercapai. Di dalamnya, terdapat informasi-informasi super lengkap tentang cara kuliah di luar negeri.
Disusun berdasarkan riset mendalam dan wawancara langsung. Informasi dalam buku JKLN ini bisa langsung diterapkan. Bisa kamu lakukan di hari pertama kamu membacanya. Tiap halaman dari buku ini, akan membantumu selangkah demi selangkah mendekat ke luar negeri.
Terus, apa saja isi DVD JKLN? Apa saja yang bisa didapatkan dari DVD itu? Benar-benar dipandu nggak sih? Detail nggak ya penjelasannya? Beasiswanya dibahas juga? Eh, tapi kalo tanpa beasiswa bagaimana? Negara mana saja yang dibahas di sini? Jepang ada? Finlandia ada? Kalau mau kuliah di Kanada apa ada panduannya juga?
Pertanyaan-pertanyaan di atas pasti sekarang sedang ada di dalam benakmu. Isi dari ebook ini yaitu tentang, ah sudahlah... Alangkah lebih bijaksana jika penilaian datang langsung dari kamu sendiri. 

Berikut isi dari DVD JKLN :

EBOOK 1 :
SIAP 1001%

Mungkin banyak hal yang ada di pikiranmu saat ingin kuliah negeri. Kuliah di luar negeri berarti kamu harus siap untuk menghadapi peraturan baru yang ada di negara tujuan kuliahmu.

Apalagi kalau negara tujuan kuliahmu itu adalah salah satu negara favorit untuk kuliah. Pasti aturan di negara itu semakin ketat. Tujuannya supaya pemerintah negara tersebut bisa memastikan bahwa setiap orang asing yang datang ke negaranya, memang benar-benar orang yang siap belajar. Jadi, nggak sembarang orang bisa masuk ke negara tersebut.

Nah, dengan ketatnya pengawasan dan cara masuk ke negara tujuanmu, bukan berarti malah membuatmu menyerah atau frustasi sebelum berperang. Justru kita harus berfikir positif bahwa semakin ketat aturan sebuah negara, berarti semakin bagus prospek negara tersebut untuk ditinggali, apalagi dijadikan tempat untuk menempuh studi.

Maka dari itu, diperlukan banyak persiapan supaya kamu nggak kaget. Supaya kamu bisa diterima oleh pemerintah negara tujuan kamu kuliah nanti. Persiapannya tidak segampang persiapan kuliah di dalam negeri. Tapi hal tersebut bisa kita atasi, kalau kita tahu apa saja hal-hal vital yang perlu kita persiapkan. Ebook pertama ini membahas tentang segala persiapan yang kamu butuhkan untuk kuliah di luar negeri. Kamu bisa download sampelnya disini


EBOOK 2 :
1001 BEASISWA

Ada  3 macam beasiswa yang bisa kamu pakai untuk kuliah di luar negeri. Beasiswa dari universitas, dari pemerintah, dan dari perusahaan swasta atau perorangan.

Beasiswa dari universitas sendiri didapatkan setelah kita terdaftar sebagai mahasiswa di PT tersebut. Untuk beasiswa dari pemerintah jenisnya lebih spesifik. Beasiswa ini bisa didapatkan dengan melihat prestasi personal atau kebutuhan penerima. Misalkan kita mempunyai prestasi dalam bidang olahraga, kita bisa mengajukan beasiswa tersebut ke pemerintah karena kita sudah ikut mengharumkan nama daerah atau negeri tercinta ini.

Sedangkan untuk beasiswa yang berasal dari pemerintah swasta, biasanya diberikan oleh perusahaan-perusahaan skala nasional. Semua itu juga harus dibarengi dengan kemampuan akademis masing-masing personal.

Nah, Ebook kedua ini akan membahas cara-cara praktis yang sudah terbukti sukses mengantarkan ribuan mahasiswa mendapatkan beasiswa. Kamu bisa download sampelnya disini


EBOOK 3 :
BERJAYA TANPA BEASISWA

Ebook 3 ini fokus membahas bagaimana caranya kuliah di luar negeri tanpa beasiswa. Bukannya kita meremehkan fungsi beasiswa itu sendiri. Tetapi, mari kita berfikir out of the box sejenak dari pikiran ‘kuliah diluar negeri harus memakai beasiswa’.

Kalau kamu mempunyai jiwa berpetualang yang tinggi, pasti kamu akan merasa tertantang dan bisa melihat lebih jauh apa yang akan kita paparkan ini. Jika kamu ingin maju, kamu butuh tantangan dan tekanan. Anak muda butuh kondisi-kondisi kepepet untuk tumbuh.

Kondisi kepepet tersebut akan menghasilkan banyak ide segar. Tiba-tiba banyak jalan baru akan terbuka di depan kamu. Di ebook ketiga ini, kamu akan mengetahui berbagai cara untuk mengumpulkan biaya kuliah di luar negeri. Kamu bisa download sampelnya disini

EBOOK 4 :
Student Hack!

Ebook keempat ini fokus membahas tips-tips hidup yang bisa digunakan saat kamu kuliah di luar negeri.

Misalnya, kamu kesulitan mencari makanan halal di Perancis, kamu kesulitan mencari tempat tinggal yang murah di London, kamu ingin tahu bagaimana cara bertamu ke rumah orang lokal, dan masih banyak tips praktikal lainnya.

Bagaimanapun, hidup dan tinggal di negeri orang, apalagi jauh dari negeri sendiri, pasti bakal banyak tantangan dan hal baru yang kamu temui. 

Entah itu dari segi budayanya, kebiasaan orang-orangnya, perbedaan cuaca, biaya hidup, dan masih banyak lagi hal baru yagn bakal kamu temui. Terutama hal baru dalam bidang sistem pendidikannya. Kamu bisa download sampelnya disini.


EBOOK 5 :
KULIAH DI ASIA

Kalau kamu ingin melanjutkan kuliah di luar negeri, tapi tidak mau meninggalkan kampung halaman terlalu jauh, apalagi masih belum tahu universitas yang dituju, kamu nggak perlu bingung. Di benua Asia juga terdapat universitas-universitas yang diperhitungkan di dunia. 

Saat ini, Asia menempatkan 10 kota dalam daftar 50 kota dunia terbaik untuk para pelajar.

Nah, untuk menjawab kebutuhan tentang informasi perkuliahan di wilayah Asia, kami hadirkan Ebook khusus kuliah di 12 Negara di Asia. Mulai dari negara yang paling recommended di Asia untuk kuliah, negara yang belum populer tetapi sangat seru dan potensial untuk kuliah, cara mendaftar kuliah, cara mengurus dokumen, cara dapat beasiswa, panduan memilih jurusan dan kampus, panduan travelling di setiap sudut benua Asia, sampai panduan survive di negara-negara tersebut, dibahas lengkap dalam ebook ini. Kamu bisa download sampelnya disini

EBOOK 6 :
KULIAH DI EROPA

Berkuliah di Eropa pastinya menjadi hal yang sangat diidam-idamkan bagi mahasiswa-mahasiswa yang ingin kuliah di luar negeri. Eropa terkenal sebagai benua yang menghasilkan banyak cendikiawan dan ilmuwan terkemuka di dunia. Banyak tokoh yang telah menyumbangkan penemuan-penemuannya berasal dari benua terkecil kedua setelah Australia ini.

Universitas-universitas di Eropa terkenal dengan standar akademik mereka yang modern, riset yang canggih, dan lingkungan yang sangat mendukung. Tiga puluh satu dari 100 universitas terbaik dunia, seperti yang terdaftar dalam The Times di Ranking Universitas Dunia 2012-nya, terletak di Eropa. Hal ini tidak terbantahkan lagi, Eropa menjadi destinasi untuk berkuliah nomor dua di dunia setelah AS.

Di Eropa, ada lebih dari 4.000 Institusi Pendidikan Tinggi yang menawarkan banyak sekali program di tingkat sarjana, master, dan doktor.

Ebook ini membahas segala hal tentang berkuliah di Eropa. Mulai dari negara yang paling recommended di Eropa untuk kuliah, negara yang belum populer tetapi sangat seru dan potensial untuk kuliah, cara mendaftar kuliah, cara mengurus dokumen, cara mendapatkan beasiswa, panduan memilih jurusan dan kampus, panduan travelling di setiap sudut benua Eropa, sampai panduan survive di negara-negara tersebut, dibahas lengkap dalam ebook ini. 

EBOOK 7 :
KULIAH DI AFRIKA DAN AUSTRALIA

Tahukah kamu, Australia memiliki jumlah siswa internasional terbanyak ketiga di dunia setelah Inggris dan Amerika Serikat? 

Ini bukanlah hal aneh karena Australia memiliki tujuh dari 100 universitas terbaik dunia. Peringkat Australia pernah berada di atas Jepang, Jerman, dan Belanda, dan berperingkat delapan untuk peringkat Sistem Pendidikan Tinggi Nasional Universitas U21 2012.

Selain itu, Australia juga memiliki lima dari 30 kota terbaik di dunia untuk mahasiswa berdasarkan campuran siswa, biaya kuliah yang murah, kualitas hidup, dan peluang kerja. Ebook ini membantumu mengenal lebih dekat segala hal tentang keperluan kuliah di Australia.

Di Ebook ini juga dijelaskan bagaimana kuliah di benua Afrika. Mulai dari negara yang paling recommended di Afrika untuk kuliah, cara mendaftar kuliah, cara mengurus dokumen, cara mendapatkan beasiswa, panduan memilih jurusan dan kampus, panduan travelling di setiap sudut benua Afrika, sampai panduan survive di negara-negara tersebut, dibahas lengkap dalam ebook ini. Kamu bisa download sampelnya disini


EBOOK 8 :
KULIAH DI AMERIKA

Banyaknya kampus kelas dunia menjadikan Amerika negara terfavorit bagi mahasiswa internasional dari seluruh dunia. Kualitas kurikulum dan pendidikannya sangat bagus. Tidak heran kalau banyak tokoh ternama di Indonesia yang merupakan alumni kampus di Amerika Serikat, seperti Anies Baswedan.

Ebook 8 ini membahas bagaimana kuliah di benua Amerika. Mulai dari negara bagian yang paling recommended di Amerika untuk kuliah, cara mendaftar kuliah, cara mengurus dokumen, cara mendapatkan beasiswa, panduan memilih jurusan dan kampus, panduan travelling di setiap sudut benua Amerika, sampai panduan survive di negara-negara tersebut, dibahas lengkap dalam ebook ini. Kamu bisa download sampelnya disini


EBOOK 9 :
CERITA SERU MAHASISWA INDONESIA

Salah satu cerita datang dari Shinta Mayangsari, mahasiswa jurusan Teknik di Goethe-Universität, Frankfurt, Jerman. 

Perempuan asal kota Jogja ini pernah mengalami gimana rasanya ditilang polisi Jerman. Awal ceritanya adalah ketika Shinta ingin jalan-jalan ke Perancis bersama temannya, sebut saja di A. Kemudian, karena si A itu sok tahu, ia memberi tahu Shinta supaya nggak perlu repot-repot membawa passport asli. Cukup membawa passport fotokopi. Tujuannya supaya aman, sipaya pasportnya nggak hilang dijalan.

Nah, berangkatlah mereka menggunakan transportasi publik. Saat mereka sampai di perbatasan Jerman dan Perancis, mereka bertemu polisi. Kemudian sang polisi tersebut menanyakan passport mereka berdua. Nah, saat itu juga mereka berdua dibawa ke kantor polisi perbatasan karena passport yang dibawa adalah fotokopian.

Mereka di kantor polisi diinterogasi, dari pagi sampai malam. Dan malamnya, karena kasihan, polisi tersebut mengantas Shinta dan temannya pulang ke tempat tinggalnya di Jerman. Mereka diantar memakai mobil polisi. Nah, mobil polisi di Jerman itu nggak seperti di Indonesia yang kacanya gelap. Di Jerman, kaca mobil polisi itu bening dan transparan kalau dilihat dari luar. Hal itu sangat membuat malu Shinta dan temannya, dan Shinta mengakui kejadian itu menjadi pengalaman yang paling berkesan selama tinggal di Jerman.

Itulah satu dari ratusan cerita unik, unforgetable, gokil, dan menyenangkan saat kuliah di luar negeri. Cerita-cerita lainnya akan kamu dapatkan dari Ebook ke 9 JKLN ini.

BONUS VIDEO INTERVIEW
200+ Video Wawancara Eksklusif 
dengan mahasiswa Indonesia di berbagai negara


Bukan hanya cerita dalam bentuk tulisan saja. Ada juga cerita dalam bentuk video. 
Video interview ini kami buat untuk memberikan informasi yang lebih konkrit buat kamu. Dengan interview langsung ini, harapan kami ini akan menjadi informasi yang powerfull buat kamu. 
Apa yang kami gali lebih dalam dari interview dengan ratusan mahasiswa ini? Tidak lain adalah tentang pengalaman mereka, kesan kesan, juga tips dan trik supaya bisa kuliah dan tinggal di negara yang mereka singgahi.

PROFIL PENULIS

Tentunya, dengan ebook yang sangat lengkap ini, tidak bisa dikerjakan oleh satu orang saja. Ebook ini ditulis oleh 5 Mahasiswa Indonesia berprestasi yang pernah kuliah di luar negeri :



Miftachudin Arjuna adalah ketua PPI United Kingdom periode 2011-2012. Saat mengajukan beasiswa, beliau berhasil diterima di beberapa program sekaligus. Setelah menyelesaikan program MA di Manchester University, Inggris, kini Miftah kembali aktif sebagai pengajar di Salatiga dan menjadi trainer TOEFL di berbagai pelatihan tingkat nasional. Perjuangannya sedari kecil sangatlah hebat. Dia paham betul bahwa manusia memiliki kekuatan tidak terbatas di dalam dirinya. Saat ini kisahnya sudah menginspirasi banyak orang untuk berani mengambil tindakan, berubah dan sukses, bagaimanapun kondisi mereka.

Zulkhan Indra Putra adalah Ketua PPI India periode 2008-2009. Pendidikan S1-nya ia selesaikan di India melalui beasiswa ICCR. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan Master di bidang Conflict Resolution dari Jamia Milia University India. Saat ini Zulkhan menjadi seorang pengusaha. Selain itu, dia juga mengajar di lembaga non profit Ammal Academy yang bertempat di Yogyakarta.

Stevan Chondro. Mahasiswa University of Bologna, Italia, ini memiliki pengalaman kuliah di luar negeri yang cukup banyak. Tak hanya aktif di dunia akademik, Stevan juga dikenal sebagai mahasiswa yang hobi berwirausaha. Ia beberapa kali terlibat sebagai panitia dalam berbagai event-event kebudayaan maupun seminar internasional.

Muhammad Izdiyan Muttaqin adalah alumni PM Gontor tahun 2008. Ia baru saja menyelesaikan studinya di Al-Azhar University Kairo dengan predikat Summa Cumlaude. Selain cemerlang di dunia akademik, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Kairo. Izdiyan menjadi ketua IKPM Mesir pada periode 2011-2012.

Adi Atiasa adalah seorang mahasiswa S-2 Applied Social Psychology di The National Research University Higher School of Economics (HSE), Moskow, Russia. Sedari S1 Adi sudah kuliah di luar negeri sampai berhasil meraih beasiswa kuliah S-2 di Rusia. Ia adalah seorang petualang yang hobi traveling dengan cara backpacking. Temannya pun tersebar di berbagai negara. Motivasi Adi menulis buku ini ingin membuktikan bahwa beasiswa kuliah ke luar negeri bisa didapatkan oleh siapa saja.

TESTIMONI  PEMBACA JKLN
DI BLACKBERRY MESSENGER



HARGA
Paket Lengkap JKLN 
(BUKU + DVD):

Rp 157.000,-


HP : 082300166669

PIN : 57089502


-------------------------------------------------

TESTIMONI PEMBACA JKLN
DI FACEBOOK INSPIRA























--------------------------------------------------


CARA PEMESANAN

Paket lengkap JKLN (buku + DVD) bisa kamu pesan dengan harga Rp. 157.000,-Transfer ke rekening di bawah ini, semuanya atas nama Sri Rahmawati.
  • Bank BCA 8610292250
  • Bank BNI 0165318957
  • BRI 1056-01-004593-50-2
  • Bank Mandiri 132-00-1465845-5
Harga sudah termasuk ongkos kirim ke seluruh wilayah Indonesia.

Setelah transferharap konfirmasi ke : 082300166669 PIN : 57089502


HARGA NORMAL 
Paket Lengkap JKLN 
(BUKU + DVD):


HARGA SPESIAL
Paket Lengkap JKLN 
(BUKU + DVD):
Rp 157.000,-
*


PIN BB : 53CA3FD4 

HP: 082137008000

official.inspirabook@gmail.com · www.kuliahabroad.com

Jl. Langenarjan Lor No. 12 Yogyakarta

Telp: 0274-411862