Banyak pelajar Indonesia yang punya cita-cita besar untuk kuliah ke luar negeri.

Namun, banyak pula yang menyerah di tengah jalan. 

Ada yang merasa kemampuan bahasa Inggris-nya kurangSkor TOEFL-nya nggak mencukupi, takut kuliahnya mahal, nggak punya biaya. Mau ikut tes beasiswa minder dengan pesaing-pesaing lain yang IPK atau nilai rapornya tinggi...

Ternyata, semua masalah tersebut ada solusinya. Kuliah ke luar negeri itu mudah, asal tahu caranya. 

Berikut ini adalah cerita dari Adi, seorang mahasiswa Indonesia yang sekarang kuliah S-2 dengan beasiswa di Rusia. Boleh dibilang, perjalanan Adi untuk bisa kuliah ke luar negeri berliku-liku. Ia bukan termasuk pelajar yang rajin. Lebih suka main dan jalan-jalan daripada belajar. Alhasil, prestasi akademisnya pas-pasan banget. Ia bahkan sering mendapat teguran dari para pengajarnya.



Ingin mencoba tantangan lain, Adi-pun memberanikan diri untuk kuliah ke luar negeri. Tentu, hal ini nggak gampang, mengingat nilai rapor dan kemampuan bahasa Inggris-nya pas-pasan banget. 

Setelah melalui riset yang cukup panjang di internet dan mengikuti tes-tes beasiswa (berkali-kali gagal), Adi akhirnya berhasil merumuskan sebuah formula. Setelah formulanya diterapkan, ia langsung diterima kuliah S-2 di Rusia. Dengan beasiswa pula!



Nah, berikut tips-tips yang Adi lakukan untuk mendapatkan beasiswa di luar negeri dengan kemampuan bahasa Inggris dan IPK pas-pasan :

1. Buat motivation letter yang meyakinkan

"Motivation Letter" adalah surat motivasi yang menceritakan tentang "alasanmu belajar di negara tersebut". Biasanya, motivation letter dikirimkan bersama dengan dokumen untuk persyaratan beasiswa. 

Nah, selama ini, banyak pelamar beasiswa yang menganggap remeh kekuatan motivation letter. Padahal, surat ini akan terus menjadi pertimbangan pemberi beasiswa dan akan dilihat lagi ketika tes wawancara. Oleh karena itu, pastikan untuk membuat surat motivasi yang berkesan, disajikan dengan rapi, unik, dan berbeda dengan surat motivasi standar.


2. Cari surat rekomendasi yang kuat

Minta rekomendasi dari setidaknya dua orang dosen atau guru yang benar-benar mengenal kemampuanmu. Akan lebih baik lagi jika guru atau dosen tersebut sudah punya pengalaman mengikuti seminar internasional, atau sudah mempublikasikan jurnal internasional.

Surat rekomendasi dan motivation letter adalah faktor penentu yang cukup signifikan saat melamar beasiswa. Ada banyak kasus di mana banyak mahasiswa yang berhasil mendapatkan beasiswa, padahal nilai rapor, IPK, bahasa Inggris, nilai tes dokumen, tes tertulis, dan tes wawancaranya biasa-biasa saja.


3. Cari beasiswa "pintu belakang"

Cara yang lebih cerdas adalah dengan mencari yang disebut "beasiswa pintu belakang". Alih-alih mengikuti tes beasiswa yang pelamarnya ribuan orang, kamu bisa mencari jalur beasiswa "non-mainstream". Bagaimana caranya? Kamu bisa mencoba:
  • Kontak universitas tujuanmu. Kirimkan CV dan riwayat pendidikan. Tanyakan apakah mereka membuka jalur beasiswa independen.
  • Kontak profesor di universitas tujuanmu. Sebisa mungkin, cari profesor yang sekiranya sudah pernah menulis buku di bidang-bidang yang sudah kamu pelajari. Tawarkan diri untuk membantu risetnya (tentu, kamu harus menjelaskan kompetensimu), dan mintalah dia untuk mendanaimu kuliah di sana. Jika sang profesor menilai kamu cukup kompeten, maka ia tak akan segan membayari kuliah S-2 mu di sana dengan uang pribadinya.
  • Kontak kakak kelas, kakak angkatan yang saat ini sudah di luar negeri. Mereka pasti sudah mengetahui langsung kondisi "medan" di negara asing. Mereka juga pasti mengetahui jalur-jalur khusus untuk mendapatkan beasiswa-beasiswa "jalur belakang".

4. Tampil meyakinkan saat tes wawancara

Penampilan yang meyakinkan saat tes wawancara bisa membuat pemberi beasiswa melupakan IPK, kemampuan bahasa Inggris, atau hasil tes sebelumnya yang pas-pasan. Oleh karena itu, berikan kesan profesional, cerdas, dan bertanggungjawab saat kamu berada dalam tes wawancara.


5. Pilih negara-negara yang menggunakan bahasa non-Inggris sebagai media pengajaran

Biasanya, negara-negara non-bahasa Inggris tidak menuntut skor TOEFL/IELTS terlalu tinggi. Di negara-negara ini, kamu sering diberi kesempatan untuk belajar bahasa non-Inggris tersebut dari awal. 

Seperti pengalaman Adi, ketika mendapat beasiswa di Rusia, tahun pertamanya ia habiskan untuk belajar bahasa Rusia. Pandai-pandailah mencari negara yang juga mau memberikan beasiswa pada saat proses belajar bahasa tersebut.

Nah, itulah tips-tips dari Adi, yang bisa kamu gunakan untuk mencari beasiswa di luar negeri. 
Untuk membantu mahasiswa Indonesia meraih beasiswa ke luar negeri,
Adi menulis buku yang berjudul Jurus Kuliah ke Luar Negeri

Di buku ini, dijelaskan cara-cara mendetail untuk membuat motivation letter yang keren, surat rekomendasi ampuh, dan ratusan link untuk mencari beasiswa pintu belakang. Infonya juga lengkap banget. 

Bukunya sudah mendapatkan testimoni dari tokoh-tokoh Indonesia sebagai berikut:





Tim Inspira bersama Bapak Anies Baswedan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia


JKLN bersama Menteri Perhubungan RI, 
Bpk. Ignasius Jonan




Tidak hanya itu, berikut beberapa pembaca JKLN yang berhasil mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri setelah membaca buku ini.... 







Egie Anes, pembaca JKLN yang berhasil meraih beasiswa LPDP ke Universita di Bologna, Italia



Mas Fathur, pembaca JKLN mendapatkan beasiswa Master di Thailand

Dimas Simatupang, pemenang beasiswa S-2 ke University of La Rochelle, Perancis.




Mas Bam diterima di Qatar :)



Repa Kustipia, pemenang beasiswa ke Wageningen University, India




Mas Yaqin terpilih untuk program pertukaran pelajar di UWS Australia









 Setelah membaca buku ini, kamu bisa: 


Setelah baca dan praktek, kamu PASTI kuliah ke luar negeri. Nggak mungkin gagal.

Peluangmu untuk lolos tes beasiswa akan meningkat ratusan kali lipat. Kamu bakal dapet JURUS RAHASIA untuk menaklukkan ribuan pesaingmu di luar sana. Infonya eksklusif, nggak bisa dicari di Google.

Kamu bisa kuliah ke luar neger TANPA BEASISWA. Kamu bakal ngerti cara-cara rahasia untuk bisa kuliah ke luar negeri tanpa beasiswa, dengan biaya yang sama seperti kuliah di Indonesia. Lagi-lagi, infonya EKSKLUSIF BANGET.

Kamu bakal "panas", termotivasi setelah baca cerita mahasiswa Indonesia di luar negeri. Nggak cuma itu, kamu juga bakal tahu kalau ternyata kuliah ke luar negeri itu GAMPANG, asal ada niat dan tahu caranya.

Kuliah ke luar negeri dengan mudah, yang masih belum banyak orang tahu caranya. 
Cara menyiapkan dokumen penting yang dapat membuat panitia beasiswa berkaca-kaca. 
Panduan dari awal sampai akhir untuk kuliah ke luar negeri yang tidak akan membuat Anda bingung.

Tips menentukan Negara tujuan, universitas, dan jurusan dengan akurat. 

 Ratusan link beasiswa kuliah ke luar negeri dari jenjang S1 sampai S3. 

Koneksi dan relasi mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri. 

Tips bertahan hidup di Negara tujuan.

Informasi mengenai jurusan-jurusan terbaik di universitas terbaik.

Tips mendapat banyak uang di Negara tujuan. 

Ratusan tips moneyhack dan lifehack langsung dari mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri. 


APA SAJA ISI JKLN INI?

Kami dari Inspira sudah menerima ratusan testimoni dari para pembaca ebook (electronic book) Jurus Kuliah ke Luar Negeri (JKLN), dan yang sangat kami syukuri adalah sudah banyak yang on progress buat apply beasiswa dan persiapan kuliah ke luar negeri. Selain memberikan testimoni, ternyata, banyak pembaca JKLN yang meminta untuk mencetak JKLN menjadi buku. Awalnya kami berpikir bahwa jika JKLN dicetak menjadi buku, maka harganya akan melambung tinggi, karena ada 9 buku yang harus dicetak dengan jumlah keseluruhan 4.367 halaman. Bagaimana solusinya? Kini telah hadir satu BUKU JKLN Series : "Baca Ini Kamu Pasti Kuliah ke Luar Negeri Dijamin 100%". Buku ini adalah buku terbaru JKLN Series dengan jumlah total 298 halaman. 


BUKU "Baca Ini, Kamu PASTI Kuliah ke Luar Negeri"


Inilah buku sakti yang akan mewujudkan mimpimu kuliah ke luar negeri. Buku setebal 302 halaman ini tidak hanya membantumu meraih mimpi, namun juga MENJAGA agar mimpimu tercapai. Di dalamnya, terdapat informasi-informasi super lengkap tentang cara kuliah di luar negeri. Dibuat berdasarkan riset mendalam dan wawancara langsung, informasi dalam buku ini bisa langsung diterapkan dan kamu lakukan saat ini juga. Tiap halaman dari buku ini akan membawamu selangkah demi selangkah mendekat ke luar negeri.


Buku ini digunakan sebagai pelengkap untuk membaca file-file ebook yang terdapat dalam DVD berikut.

EBOOK 1 :
SIAP 1001%

Mungkin banyak hal yang ada di pikiranmu saat ingin kuliah negeri. Kuliah di luar negeri berarti kamu harus siap untuk menghadapi peraturan baru yang ada di negara tujuan kuliahmu.

Apalagi kalau negara tujuan kuliahmu itu adalah salah satu negara favorit untuk kuliah. Pasti aturan di negara itu semakin ketat. Tujuannya supaya pemerintah negara tersebut bisa memastikan bahwa setiap orang asing yang datang ke negaranya, memang benar-benar orang yang siap belajar. Jadi, nggak sembarang orang bisa masuk ke negara tersebut.

Nah, dengan ketatnya pengawasan dan cara masuk ke negara tujuanmu, bukan berarti malah membuatmu menyerah atau frustasi sebelum berperang. Justru kita harus berfikir positif bahwa semakin ketat aturan sebuah negara, berarti semakin bagus prospek negara tersebut untuk ditinggali, apalagi dijadikan tempat untuk menempuh studi.

Maka dari itu, diperlukan banyak persiapan supaya kamu nggak kaget. Supaya kamu bisa diterima oleh pemerintah negara tujuan kamu kuliah nanti. Persiapannya tidak segampang persiapan kuliah di dalam negeri. Tapi hal tersebut bisa kita atasi, kalau kita tahu apa saja hal-hal vital yang perlu kita persiapkan. Ebook pertama ini membahas tentang segala persiapan yang kamu butuhkan untuk kuliah di luar negeri. 


EBOOK 2 :
1001 BEASISWA

Ada  3 macam beasiswa yang bisa kamu pakai untuk kuliah di luar negeri. Beasiswa dari universitas, dari pemerintah, dan dari perusahaan swasta atau perorangan.

Beasiswa dari universitas sendiri didapatkan setelah kita terdaftar sebagai mahasiswa di PT tersebut. Untuk beasiswa dari pemerintah jenisnya lebih spesifik. Beasiswa ini bisa didapatkan dengan melihat prestasi personal atau kebutuhan penerima. Misalkan kita mempunyai prestasi dalam bidang olahraga, kita bisa mengajukan beasiswa tersebut ke pemerintah karena kita sudah ikut mengharumkan nama daerah atau negeri tercinta ini.

Sedangkan untuk beasiswa yang berasal dari pemerintah swasta, biasanya diberikan oleh perusahaan-perusahaan skala nasional. Semua itu juga harus dibarengi dengan kemampuan akademis masing-masing personal.

Nah, Ebook kedua ini akan membahas cara-cara praktis yang sudah terbukti sukses mengantarkan ribuan mahasiswa mendapatkan beasiswa. 


EBOOK 3 :
BERJAYA TANPA BEASISWA

Ebook 3 ini fokus membahas bagaimana caranya kuliah di luar negeri tanpa beasiswa. Bukannya kita meremehkan fungsi beasiswa itu sendiri. Tetapi, mari kita berfikir out of the box sejenak dari pikiran ‘kuliah diluar negeri harus memakai beasiswa’.

Kalau kamu mempunyai jiwa berpetualang yang tinggi, pasti kamu akan merasa tertantang dan bisa melihat lebih jauh apa yang akan kita paparkan ini. Jika kamu ingin maju, kamu butuh tantangan dan tekanan. Anak muda butuh kondisi-kondisi kepepet untuk tumbuh.

Kondisi kepepet tersebut akan menghasilkan banyak ide segar. Tiba-tiba banyak jalan baru akan terbuka di depan kamu. Di ebook ketiga ini, kamu akan mengetahui berbagai cara untuk mengumpulkan biaya kuliah di luar negeri. 

EBOOK 4 :
Student Hack!

Ebook keempat ini fokus membahas tips-tips hidup yang bisa digunakan saat kamu kuliah di luar negeri.

Misalnya, kamu kesulitan mencari makanan halal di Perancis, kamu kesulitan mencari tempat tinggal yang murah di London, kamu ingin tahu bagaimana cara bertamu ke rumah orang lokal, dan masih banyak tips praktikal lainnya.

Bagaimanapun, hidup dan tinggal di negeri orang, apalagi jauh dari negeri sendiri, pasti bakal banyak tantangan dan hal baru yang kamu temui. 

Entah itu dari segi budayanya, kebiasaan orang-orangnya, perbedaan cuaca, biaya hidup, dan masih banyak lagi hal baru yagn bakal kamu temui. Terutama hal baru dalam bidang sistem pendidikannya. 

EBOOK 5 :
KULIAH DI ASIA

Kalau kamu ingin melanjutkan kuliah di luar negeri, tapi tidak mau meninggalkan kampung halaman terlalu jauh, apalagi masih belum tahu universitas yang dituju, kamu nggak perlu bingung. Di benua Asia juga terdapat universitas-universitas yang diperhitungkan di dunia. 

Saat ini, Asia menempatkan 10 kota dalam daftar 50 kota dunia terbaik untuk para pelajar.

Nah, untuk menjawab kebutuhan tentang informasi perkuliahan di wilayah Asia, kami hadirkan Ebook khusus kuliah di 12 Negara di Asia. Mulai dari negara yang paling recommended di Asia untuk kuliah, negara yang belum populer tetapi sangat seru dan potensial untuk kuliah, cara mendaftar kuliah, cara mengurus dokumen, cara dapat beasiswa, panduan memilih jurusan dan kampus, panduan travelling di setiap sudut benua Asia, sampai panduan survive di negara-negara tersebut, dibahas lengkap dalam ebook ini. 
EBOOK 6 :
KULIAH DI EROPA

Berkuliah di Eropa pastinya menjadi hal yang sangat diidam-idamkan bagi mahasiswa-mahasiswa yang ingin kuliah di luar negeri. Eropa terkenal sebagai benua yang menghasilkan banyak cendikiawan dan ilmuwan terkemuka di dunia. Banyak tokoh yang telah menyumbangkan penemuan-penemuannya berasal dari benua terkecil kedua setelah Australia ini.

Universitas-universitas di Eropa terkenal dengan standar akademik mereka yang modern, riset yang canggih, dan lingkungan yang sangat mendukung. Tiga puluh satu dari 100 universitas terbaik dunia, seperti yang terdaftar dalam The Times di Ranking Universitas Dunia 2012-nya, terletak di Eropa. Hal ini tidak terbantahkan lagi, Eropa menjadi destinasi untuk berkuliah nomor dua di dunia setelah AS.

Di Eropa, ada lebih dari 4.000 Institusi Pendidikan Tinggi yang menawarkan banyak sekali program di tingkat sarjana, master, dan doktor.

Ebook ini membahas segala hal tentang berkuliah di Eropa. Mulai dari negara yang paling recommended di Eropa untuk kuliah, negara yang belum populer tetapi sangat seru dan potensial untuk kuliah, cara mendaftar kuliah, cara mengurus dokumen, cara mendapatkan beasiswa, panduan memilih jurusan dan kampus, panduan travelling di setiap sudut benua Eropa, sampai panduan survive di negara-negara tersebut, dibahas lengkap dalam ebook ini. 

EBOOK 7 :
KULIAH DI AFRIKA DAN AUSTRALIA

Tahukah kamu, Australia memiliki jumlah siswa internasional terbanyak ketiga di dunia setelah Inggris dan Amerika Serikat? 

Ini bukanlah hal aneh karena Australia memiliki tujuh dari 100 universitas terbaik dunia. Peringkat Australia pernah berada di atas Jepang, Jerman, dan Belanda, dan berperingkat delapan untuk peringkat Sistem Pendidikan Tinggi Nasional Universitas U21 2012.

Selain itu, Australia juga memiliki lima dari 30 kota terbaik di dunia untuk mahasiswa berdasarkan campuran siswa, biaya kuliah yang murah, kualitas hidup, dan peluang kerja. Ebook ini membantumu mengenal lebih dekat segala hal tentang keperluan kuliah di Australia.

Di Ebook ini juga dijelaskan bagaimana kuliah di benua Afrika. Mulai dari negara yang paling recommended di Afrika untuk kuliah, cara mendaftar kuliah, cara mengurus dokumen, cara mendapatkan beasiswa, panduan memilih jurusan dan kampus, panduan travelling di setiap sudut benua Afrika, sampai panduan survive di negara-negara tersebut, dibahas lengkap dalam ebook ini. 

EBOOK 8 :
KULIAH DI AMERIKA

Banyaknya kampus kelas dunia menjadikan Amerika negara terfavorit bagi mahasiswa internasional dari seluruh dunia. Kualitas kurikulum dan pendidikannya sangat bagus. Tidak heran kalau banyak tokoh ternama di Indonesia yang merupakan alumni kampus di Amerika Serikat, seperti Anies Baswedan.

Ebook 8 ini membahas bagaimana kuliah di benua Amerika. Mulai dari negara bagian yang paling recommended di Amerika untuk kuliah, cara mendaftar kuliah, cara mengurus dokumen, cara mendapatkan beasiswa, panduan memilih jurusan dan kampus, panduan travelling di setiap sudut benua Amerika, sampai panduan survive di negara-negara tersebut, dibahas lengkap dalam ebook ini. 


EBOOK 9 :
CERITA SERU MAHASISWA INDONESIA

Salah satu cerita datang dari Shinta Mayangsari, mahasiswa jurusan Teknik di Goethe-Universität, Frankfurt, Jerman. 

Perempuan asal kota Jogja ini pernah mengalami gimana rasanya ditilang polisi Jerman. Awal ceritanya adalah ketika Shinta ingin jalan-jalan ke Perancis bersama temannya, sebut saja di A. Kemudian, karena si A itu sok tahu, ia memberi tahu Shinta supaya nggak perlu repot-repot membawa passport asli. Cukup membawa passport fotokopi. Tujuannya supaya aman, sipaya pasportnya nggak hilang dijalan.

Nah, berangkatlah mereka menggunakan transportasi publik. Saat mereka sampai di perbatasan Jerman dan Perancis, mereka bertemu polisi. Kemudian sang polisi tersebut menanyakan passport mereka berdua. Nah, saat itu juga mereka berdua dibawa ke kantor polisi perbatasan karena passport yang dibawa adalah fotokopian.

Mereka di kantor polisi diinterogasi, dari pagi sampai malam. Dan malamnya, karena kasihan, polisi tersebut mengantas Shinta dan temannya pulang ke tempat tinggalnya di Jerman. Mereka diantar memakai mobil polisi. Nah, mobil polisi di Jerman itu nggak seperti di Indonesia yang kacanya gelap. Di Jerman, kaca mobil polisi itu bening dan transparan kalau dilihat dari luar. Hal itu sangat membuat malu Shinta dan temannya, dan Shinta mengakui kejadian itu menjadi pengalaman yang paling berkesan selama tinggal di Jerman.

Itulah satu dari ratusan cerita unik, unforgetable, gokil, dan menyenangkan saat kuliah di luar negeri. Cerita-cerita lainnya akan kamu dapatkan dari Ebook ke 9 JKLN ini.

BONUS VIDEO INTERVIEW
200+ Video Wawancara Eksklusif 
dengan mahasiswa Indonesia di berbagai negara


Bukan hanya cerita dalam bentuk tulisan saja. Ada juga cerita dalam bentuk video. 
Video interview ini kami buat untuk memberikan informasi yang lebih konkrit buat kamu. Dengan interview langsung ini, harapan kami ini akan menjadi informasi yang powerfull buat kamu. 
Apa yang kami gali lebih dalam dari interview dengan ratusan mahasiswa ini? Tidak lain adalah tentang pengalaman mereka, kesan kesan, juga tips dan trik supaya bisa kuliah dan tinggal di negara yang mereka singgahi.

PROFIL PENULIS

Tentunya, dengan ebook yang sangat lengkap ini, tidak bisa dikerjakan oleh satu orang saja. Ebook ini ditulis oleh 5 Mahasiswa Indonesia berprestasi yang pernah kuliah di luar negeri :



Miftachudin Arjuna adalah ketua PPI United Kingdom periode 2011-2012. Saat mengajukan beasiswa, beliau berhasil diterima di beberapa program sekaligus. Setelah menyelesaikan program MA di Manchester University, Inggris, kini Miftah kembali aktif sebagai pengajar di Salatiga dan menjadi trainer TOEFL di berbagai pelatihan tingkat nasional. Perjuangannya sedari kecil sangatlah hebat. Dia paham betul bahwa manusia memiliki kekuatan tidak terbatas di dalam dirinya. Saat ini kisahnya sudah menginspirasi banyak orang untuk berani mengambil tindakan, berubah dan sukses, bagaimanapun kondisi mereka.

Zulkhan Indra Putra adalah Ketua PPI India periode 2008-2009. Pendidikan S1-nya ia selesaikan di India melalui beasiswa ICCR. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan Master di bidang Conflict Resolution dari Jamia Milia University India. Saat ini Zulkhan menjadi seorang pengusaha. Selain itu, dia juga mengajar di lembaga non profit Ammal Academy yang bertempat di Yogyakarta.

Stevan Chondro. Mahasiswa University of Bologna, Italia, ini memiliki pengalaman kuliah di luar negeri yang cukup banyak. Tak hanya aktif di dunia akademik, Stevan juga dikenal sebagai mahasiswa yang hobi berwirausaha. Ia beberapa kali terlibat sebagai panitia dalam berbagai event-event kebudayaan maupun seminar internasional.

Muhammad Izdiyan Muttaqin adalah alumni PM Gontor tahun 2008. Ia baru saja menyelesaikan studinya di Al-Azhar University Kairo dengan predikat Summa Cumlaude. Selain cemerlang di dunia akademik, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Kairo. Izdiyan menjadi ketua IKPM Mesir pada periode 2011-2012.

Adi Atiasa adalah seorang mahasiswa S-2 Applied Social Psychology di The National Research University Higher School of Economics (HSE), Moskow, Russia. Sedari S1 Adi sudah kuliah di luar negeri sampai berhasil meraih beasiswa kuliah S-2 di Rusia. Ia adalah seorang petualang yang hobi traveling dengan cara backpacking. Temannya pun tersebar di berbagai negara. Motivasi Adi menulis buku ini ingin membuktikan bahwa beasiswa kuliah ke luar negeri bisa didapatkan oleh siapa saja.

TESTIMONI  PEMBACA JKLN
DI BLACKBERRY MESSENGER



-------------------------------------------------

    TESTIMONI PEMBACA JKLN
    DI FACEBOOK INSPIRA























    -------------------------------------------------

    CARA PEMESANAN
    Paket lengkap JKLN (buku + DVD) bisa kamu pesan dengan harga Rp. 157.000,-Transfer ke rekening di bawah ini, semuanya atas nama Anne Sukma Malathi
    BCA 0373715350
    BNI 0474852875
    BRI 3586 01 00188050 5
    Mandiri 900 00 2749322 1

    FREE ONGKIR untuk Jawa, Bali, & Sumatera

    Setelah transferharap konfirmasi via SMS/WA 0823-0016-6669, LINE: @inspirabook


    HARGA SPESIAL 
    Paket Lengkap JKLN (BUKU + DVD):
    Rp 157.000,-



    SMS/WA : 0823-0016-6669 


    LINE :  @inspirabook


    Jl. Pasir No. 35, Patuk, Gamping, Sleman